Presentasi One Minute






Buku “How to give a One Minute Presentation” oleh Tom “Big Al” Schreiter. memberikan tips mengenai cara “merekrut” anggota baru dalam bisnis MLM.Akan coba saya bagi,dengan harapan bisa dipetik manfatnya.


Kebanyakan orang enggan untuk ikut MLM. Malahan jika bertemu dengan orang MLM akan menyingkir.

Kenapa?....

Mungkin karena kebanyakan orang MLM dikenal sebagai orang yang seringkali ngotot dan setengah memaksa orang lain untuk bergabung ke bisnis MLM-nya.


Ada 3 bagian didalam tips prospek one minute:
  1. Teknik membuka obrolan   Jika anda membuka obrolan dengan cara yang salah, teman anda akan langsung menutup telinganya atau menyingkir dari anda.
  2. Presentasi selama 1 (satu) menit    Jangan bicara terlalu banyak. Paling lama cuma 1 (satu) menit saja!
  3. Teknik Menutup obrolan.

 1. Membuka Obrolan

Pernahkah anda mengalami, ketika anda mengalihkan topik obrolan untuk mengajak teman anda ikut bisnis, teman anda serta merta menunjukkan tanda-tanda tidak senang?

Mungkin yang mereka pikirkan adalah salah satu dari di bawah ini:

“Hmm, kamu mau jual apa nih...”

“Waaaaahhhh buang-buang waktu nih...”

“Kamu sedang dikejar target, dan sekarang saya akan kamu peralat kan?”

“Lebih baik saya menghindari obrolan ini, kalau tidak nanti saya bisa terjebak.”

“Aalaah, ujung-ujungnya pasti saya harus bayar atau beli sesuatu kan...”

“Kalau saya menolak tawaran kamu, saya akan dibilang bodoh.”

“Sudah berulangkali saya bilang tidak tertarik, tapi kamu selalu mendesak saya untuk ikut, sampai muak rasanya melihat wajah kamu.”

Ingatlah bahwa teman anda mungkin berpikir seperti contoh-contoh di atas. Jadi anda harus benar-benar pandai untuk tidak jatuh ke dalam situasi di atas!

Jangan pernah memaksa atau mendesak orang untuk ikut bisnis. Anda harus siap untuk ditolak!

Ingatlah bahwa anda bukanlah salesman yang hendak menawarkan produk yang harus terjual dalam jumlah tertentu! Anda cuma hendak menyampaikan sesuatu yang sangat menarik, yang bisa memberi keuntungan finansial buat teman anda. Kalau dia mau.

Bottom line:Perhatikan pada saat anda memulai obrolan tentang bisnis, apakah sikap teman anda:

(1) “lean forward”



mendengarkan anda dengan antusias, mata dan telinga terbuka lebar?

atau:

(2) “lean backward”
terpaksa dan setengah hati mendengarkan anda, sambil mencari-cari cara untuk berkelit atau menghindari anda?

Sering terjadi, situasi yang terjadi adalah situasi (2). Situasi ini sangat tidak menyenangkan bagi anda, dan tidak menyenangkan bagi teman anda juga!

Untuk menghindari terjadinya situasi yang tidak mengenakkan itu, anda tidak boleh “menjual” sesuatu kepada teman anda, atau memanipulasi teman anda. Sebaliknya, ambillah pendekatan yang sama sekali berbeda, yaitu sbb:

(1) Buat teman anda relax.

(2) Buat teman anda antusias mendengar cerita anda


Untuk itu anda cuma perlu kalimat pembuka yang tepat.

BUKAN kalimat seperti ini:

(a) “Pekerjaan kamu sekarang payah. Kamu nggak akan bisa kaya dengan cara seperti itu. Saya punya cara jitu mencari uang yang akan mengubah hidup kamu.”

(b) “Saya punya presentasi Power Point. Saya akan presentasikan ke kamu, kira-kira 30 menitan. Dari situ kamu akan mengerti bagaimana caranya mendapatkan uang tanpa harus bekerja.”

(c) “Daripada ngobrol ngalor ngidul, coba luangkan waktu 15 menit saja untuk mendengarkan penjelasan saya tentang peluang bisnis yang bisa memberi kamu passive income hingga ratusan juta rupiah.”


Sadarkah anda bahwa kalimat-kalimat seperti di atas akan membuat teman anda “lean backward”. Dia akan “terpaksa” mendengarkan anda, padahal dalam hati kecilnya dia sudah malas setengah mati. Kalau sudah begini, apapun yang anda katakan tidak akan diterima oleh dia. Maunya membantah terus semua perkataan anda. Atau paling bagus dia cuma diam saja dan pura-pura mendengarkan supaya anda tidak tersinggung.


Apa salahnya ketiga contoh di atas?Coba kita lihat satu per satu:

(a) “Pekerjaan kamu sekarang payah. Kamu nggak akan bisa kaya dengan cara seperti itu. Saya punya cara jitu mencari uang yang akan mengubah hidup kamu.”


Teman anda mungkin berpikir begini dalam hatinya “iya, gaji saya memang kecil, tapi saya masih punya harga diri untuk tidak mengemis mencari-cari downline seperti kamu...”.


(b) “Saya punya presentasi Power Point. Saya akan presentasikan ke kamu, kira-kira 30 menitan. Dari situ kamu akan mengerti bagaimana caranya mendapatkan uang tanpa harus bekerja.”


Pikirnya, “30 menit? Buang waktu 30 menit untuk dengar presentasi MLM? Oh, no thanks...”.

(c) “Daripada ngobrol ngalor ngidul, coba luangkan waktu 15 menit saja untuk mendengarkan penjelasan saya tentang peluang bisnis yang bisa memberi kamu passive income hingga ratusan juta rupiah.”


“Ratusan juta rupiah? Hehehe, tipuan apalagi nih...”, begitu batin teman anda.

 “kalimat pembuka” yang salah bisa menyebabkan teman anda mundur dan memandang anda dengan rasa tidak suka, “lean backward”?


Supaya teman anda “lean forward”,

 Trik-nya adalah dengan dua kalimat sbb:


(1) Saya punya peluang menarik nih, yang bisa saya jelaskan dalam satu menit saja.

(2) Apakah kamu punya waktu satu menit?


Kira-kira bagaimana reaksinya?


Kemungkinan terburuk, dia menjawab “Ah, saya sibuk banget. Bahkan satu menit pun saya tidak punya.”

Kalau sudah begini, tahulah anda bahwa dia sudah menutup pintu untuk anda. Jangan sekali-sekali mengetuk pintu itu lagi, karena anda tahu dia sama sekali tidak punya minat. Mungkin dia memang membenci anda sejak dulu... :-) Memaksa menjelaskan kepada teman seperti ini cuma akan membuang waktu anda dan waktu dia.

Nah, tapi anda akan jarang sekali mendapati respon seperti di atas. Kemungkinan terbesar respon yang anda peroleh adalah “Satu menit? Bener ya? OK, saya mau dengar peluang apa yang kamu maksud.” Lalu dia akan “lean forward” dan menunggu perkataan anda selanjutnya!

Kenapa dia mau melakukan itu? Ada dua alasan:

 (1) Teman anda merasa aman. Satu menit itu kan cuma sebentar. Tidak ada salahnya kan mendengarkan. Kalaupun ternyata omongan anda adalah “sampah”, waktu dia yang terbuang toh cuma satu menit saja.

 (2) Teman anda penasaran. Mereka ingin tahu peluang apa sih yang mau anda jelaskan selama satu menit itu? Kok sebentar amat?



Jadi, besar kemungkinan pada saat itu anda mendapati teman anda membuka mata dan telinganya, menunggu perkataan anda selanjutnya! Inilah momen yang ditunggu-tunggu!

Caranya menceritakan peluang, sistem dan cara kerja bisnisnya dalam satu menit?


2. Presentasi Selama 1 (satu) Menit

Mana ada presentasi cuma satu menit? Ini sebetulnya cuma ngobrol saja. Tapi pada obrolan ini anda harus melakukan presentasi, dengan waktu dibatasi selama 1 (satu) menit saja. Bagaiamana caranya?

Dua cara:

(1) Belajar ngomong dengan sangat-sangat cepat sekali, atau:

(2) Buang bagian-bagian yang tidak terlalu penting dari presentasi anda



Cara nomor 1 adalah cara yang sangat tidak dianjurkan.Anda pasti tahu alasannya.

 Cara nomor dua adalah cara dianjurkan. Presentasi yang berisi fakta, tabel, diagram, dan informasi analitis mengenai bisnis,tahan dulu.

Karena kalau teman anda akhirnya tidak mau ikut bisnis , apakah ada gunanya memperlihatkan fakta, tabel, diagram, dan informasi tersebut? Tidak!

Sebaliknya, kalau dia berminat join , fakta, tabel dan diagram tersebut bisa dia pelajari nanti saja kalau sudah menjadi member.

Jadi anda tidak perlu menceritakan: wecando didirikan kapan, anggotanya sudah berapa banyak, top member di wecando sudah terima bonus berapa, dsb.Karena kalau teman anda tidak berminat join, semua informasi tersebut nggak ada gunanya juga buat dia kan?

 "Hanya menyajikan  informasi yang ingin diketahui oleh teman anda pada saat awal!"

 Informasi apa yang ingin diketahui oleh teman anda?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, ketahuilah bahwa presentasi satu menit ini akan memiliki tiga kemungkinan ending:

  1. Teman anda memutuskan untuk join
  2. Teman anda memutuskan untuk menolak 
  3. Teman anda mengajukan pertanyaan

Anda harus siap untuk menerima ketiga kemungkinan ending di atas.

(1) Jika dia mau join, sampaikanlah “OK, mari saya tunjukkan bagaimana cara mendaftarkan diri anda SEKARANG”. Ini adalah happy ending.

(2) Jika dia menolak, sampaikanlah “OK, thanks sudah mendengarkan selama satu menit”. Sesungguhnya ini tidak terlalu jelek. Worst case, anda telah membuang waktu selama satu menit saja. Dan selalu ada kemungkinan pada saat ketemu dia lagi di kesempatan lain dia akan bertanya “Gimana bisnisnya, masih jalan nggak? Setelah saya pikir-pikir saya mungkin agak tertarik lho...” Teman anda berani berkata seperti itu, karena dia tahu anda menghargai keputusan dia sewaktu dia menolak anda pertama kali.

Akan menjadi jelek sekali jika anda merespon dengan “Kenapa anda menolak? Coba anda pikirkan sekali lagi... Atau barangkali saya akan jelaskan sekali lagi, karena penjelasan saya tadi kurang jelas”. Dengan demikian, teman anda merasa dilecehkan, karena keputusannya menolak bisnis telah anda anggap sebagai keputusan yang bodoh.

(3) Bagaiamana jika teman anda mengajukan pertanyaan? Jawablah pertanyaan tersebut dengan penjelasan yang singkat, tidak lebih dari satu menit.


Dengan kata lain, anda melakukan presentasi satu menit, yang bisa dilanjutkan dengan presentasi satu menit yang kedua (untuk menjawab pertanyaan dia), dan begitu seterusnya sampai dia bisa memutuskan join atau tidaknya. Sepanjang dia masih bertanya, teman anda masih dalam posisi “lean forward”, membuka mata dan telinga pada penjelasan anda.

Nah, kuncinya adalah informasi awal apa yang harus anda sampaikan pada satu menit pertama? Kembali ke pertanyaan semula:

Informasi apa yang ingin diketahui oleh teman anda?Ada tiga hal (cuma tiga saja):

(1) apa ?
Apakah teman anda mau join, kalau dia tidak tahu wecando itu apa? tentu saja tidakJadi penting sekali bagi teman anda untuk tahu: Apa?Kalau penjelasannya samar atau tidak jelas, maka bisa jadi teman anda ragu-ragu dan akhirnya menjawab “nanti saya pikir-pikir lagi deh”.

Buatlah definisi yang jelas dan sederhana mengenai wecando.Penting untuk menjelaskannya dengan bahasa yang dimengerti jelas oleh teman anda.

(2) Berapa besar uang yang bisa saya peroleh?
Ini adalah pertanyaan kedua yang harus dijelaskan kepada teman anda.

Hati-hati. Di sini anda harus mengambil angka yang tepat, sesuai dengan minatnya.

Anda harus menyesuaikan dengan ekspektasi teman anda.

Ini bukan memanipulasi data, tapi sekedar agar minat teman anda cocok dengan gambaran awal yang kita berikan. Kita sama-sama tahu bahwa secara teoretis pendapatan di wecando bisa mencapai juta- juta rupiah/hari. Tapi kalau hal ini anda sampaikan pada teman anda, yang sebenarnya sudah sangat senang untuk mendapatkan Rp500 ribu per bulan, maka angka ratusan juta rupiah disebutkan itu membuat wecando menjadi terdengar tidak realistis.

Sebaliknya, bagi teman anda yang mengharapkan bonus jutaan rupiah, angka Rp500 ribu per bulan terdengar kecil dan sama sekali tidak menarik.

Jadi, sekali lagi, anda harus mempunyai gambaran, kira-kira pantasnya berapa besar bonus bulanan yang diharapkan oleh teman anda? Angka itulah yang anda pakai untuk menggambarkan besaran bonus dalam bisnis anda.

Bagaimana jika anda tidak tahu berapa besar uang yang diharapkan oleh teman anda? Pakailah feeling

(3) Apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan uang tersebut?
 Anda harus menjelaskan apa yang harus dilakukan teman anda untuk mendapatkan uang tersebut. Tapi, sekali lagi, jangan menjelaskan “marketing plan”. Itu akan terlalu detail. Anda cukup menjelaskan secara garis besar saja: kegiatan apa yang harus dia lakukan supaya mendapatkan penghasilan.



Contoh:Untuk mendapatkan bonus, anda cukup melakukan dua hal:
  1. konsumsi produknya
  2. ceritakan manfaatnya
  3.  Mengakhiri Obrolan

Selesai sudah “presentasi” anda. Lalu, bagaimana mengakhiri obrolan satu menit tadi?

“Sudah, begitu saja. Gimana menurut kamu?”

Tidak usah menodong dengan pertanyaan:“Gimana, mau kan ikutan? Nggak ada ruginya kok!”

Jadi sekali lagi, cukup akhiri dengan kalimat:“Sudah, begitu saja. Gimana menurut kamu?”


Jika teman anda tersenyum lalu berkata “Eh, ngomong-ngomong kamu baca berita nggak bahwa presiden bush kawin lagi?”. Atau omongan ngelantur lainnya, tahulah anda bahwa dia nggak tertarik. Ya ngga apa-apa, artinya dia memilih no join. Anda telah kehilangan satu menit, tidak masalah...

Sebaliknya jika dia berkata “Masa sih semudah itu mendapatkan bonus?”.Lanjutkan pembicaraan dengan penjelasan dari mana bonus berasal. Cukup secara singkat saja, jangan lebih dari satu menit.

 Demikian seterusnya, anda harus siap dengan berbagai pertanyaan yang mungkin dia ajukan. Selama dia masih bertanya, dia masih mau mendengarkan anda... Jawablah pertanyaan dia, tapi tidak usah menjelaskan hal yang tidak dia tanyakan. Tunggu saja pertanyaan dari dia, dan jawab dengan penjelasan yang lugas dan singkat.